Persiapan Porprov 2022, Perkemi Resmi Terbentuk di Kota Baubau

perkemi

Persaudaraan Kempo Indonesia (Perkemi) secara resmi terbentuk di Kota Baubau dan siap mengambil bagian pada agenda pekan olahraga tingkat  Provinsi (Porprov) Tahun 2022, yang akan dilaksanakan di Kota Baubau dan Kabupaten Buton selaku tuan rumah.

Ketua Perkemi Kota Baubau, Andi Hamzah Machmud mengatakan pihaknya akan melakukan pelatihan-pelatihan kepada peserta dari tingkat SD sampai SMA bahkan perguruan tinggi.

“Mereka akan kita bina untuk menjadi kensi-kensi petarung tangguh yang bisa mengharumkan nama daerah Kota Baubau,” kata Hamzah seusai dilantik dan dikukuhkan di salah satu resto di Kota Baubau pada Rabu, 9 Desember 2020,” ungkapnya.

“Ada banyak pekerjaan rumah (PR) bagi kami harus lakukan kedepan, terutama terkait dengan Baubau dan Buton sebagai tuan rumah Porprov pada 2022 ini menjadi cambuk bagi kita semua pengurus. Saya mewakili rekan rekan pengurus mengharakan kempo menjadi salah satu cabang olahraga yang bisa membangggakan kota Baubau di ajang porprov nantinya,” tuturnya lagi.

Selain itu, Hamzah juga memastikan dalam persiapa timnya, Perkemi akan menyelenggarakan.

Pada 2021, lanjut Hamzah, akan banyak even kejuaraan kempo baik skala regional maupun provinsi bahkan kabupaten ada. Hanya saja pada bulan Juli atau Juni tahun depan Kota Baubau akan menjadi tuan rumah ajang Kempo untuk Indonesia Bagian Timur.

Wali Kota Baubau, AS Tamrin saat menghadiri acara pengukuhan dan pelantikan pengurus baru Perkemi Kota Baubau berharap pengurus kempo Baubau bisa meraih juara pada ajang Porprov nanti sehingga persiapannya dapat dibentuk dalam organisasi ini.

“Harapan kita di Baubau mereka bisa mendulang medali sebanyak-banyaknya oleh sebab itu mulai dari sekarang mereka sudah harus rapatkan barisan, latihan yang intensif, menghadapi Porpov ini mulai dari sekarang sudah mencari bibit bibit unggul di sekolah,” kata Tamrin.

Dalam mewujudkan cita-cita tersebut kata Tamrin, kekompakan antar pengurus sangat penting dalam organisasi dengan menjiwai semboyan oranisasinya dan menanamkan nilai-nilai kemanusiaan yang menurutnya sejalan dengan falsafat PO-5 yang menjadi pedoman hidup masyarakat eks kesultanan Buton khususnya di Kota Baubau. 

Sumber: SultraKini

Leave a Comment